Alhamdulillah, kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas diterbitkannya blog PPI Kota Tasikmalaya. Selanjutnya kepada rekan-rekan PPI di mana saja berada kami mengajak, untuk segera bergabung dan memanfaatkan sarana komunikasi dan informasi ini sebaik-baiknya, supaya tali persaudaraan diantara kita dapat terus terjalin dengan baik, amin.

Sabtu, 24 Desember 2011

PEDOMAN ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN PPI


PEDOMAN
ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA

I.    PENDAHULUAN

Administrasi Merupakan segenap penyelenggaraan setiap usaha kerjasama manusia guna mencapai tujuan tertentu. Untuk terselenggaranya administrasi dengan baik dan mencapai tujuan diperlukan suatu proses yang tertib. Administrasi dalam pengertian luas dan sempit, dalam penyelenggaraannya diwujudkan dalam fungsi-fungsi administrasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pengelolaan fungsi-fungsi administrasi tersebut memerlukan keseragaman administrasi. Untuk memenuhi kebutuhan itu dan demi terwujudnya tertib serta kerapihan administrasi, penyempurnaan pedoman administrasi kesekretariatan ini merupakan suatu jawaban, apabila melihat semakin kompleksnya penyelenggaraan administrasi PPI di masa mendatang.

Administrasi kesekretariatan PPI adalah segenap proses penyelenggaraan aktivitas kesekretariatan PPI sehingga kesekretariatan PPI benar-benar dapat tercapai secara efektif. Administrasi kesekretariatan organisasi dikenal dalam bentuk dan sistemnya. Dalam hubungan ini, pedoman administrasi Kesekretariatan PPI menunjukkan suatu bentuk dan system yang spesifik seperti dapat dilihat dalam bagian-bagian selanjutnya.

II.  KESEKRETARIATAN PURNA PASKIBRAKA INDONESIA

a)    Untuk menyelenggarakan administrasi organisasi yang efektif, diperlukan suatu tempat tertentu, sebagai pusat pengurusan segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi
b)   Administrasi Kesekretariatan merupakan bagian dari administrasi organisasi, yaitu sebagai unit tugas pekerjaan yang penyelengaraannya diserahkan kepada Bidang Umum dan Kesekretariatan. Usaha penyelenggaraan administrasi kesekretariatan bertujuan agar Kesekretariatan benar-benar berfungsi sebagai sekretaris organisasi, yaitu sebagai tempat kerja yang efisien, pusat komunikasi organisasi dan pusat kegiatan administrasi.
c)    Perencanaan Pengaturan Sekretariat:
i)     Letak Sekretariat
Sekretariat PPI diusahakan terletak pada tempat yang strategis sehingga mempermudah arus komunikasi dan transportasi dengan pihak manapun dan menjamin ketenangan dan kesehatan bagi para pengurus sehingga dapat bekerja secara efektif dan efisien
ii)    Bangunan sekretariat
Bangunan Sekretariat diusahakan dapat menampung seluruh kegiatan mengenai administrasi seperti ruang tata usaha, ruang rapat, ruang tamu, ruang perpustakaan  maupun untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Diusahakan pula terdapat ruang menginap untuk fungsionaris organisasi guna membantu kelancaran dan efisiensi fungsi organisasi
iii)   Ruangan Sekretariat
Pengaturan ruangan Sekretariat hendaknya memperhatikan factor-faktor yang dapat membuat ruangan berfungsi secara efektif dan efisien. Faktor-faktor tersebut menyangkut keindahan, kebersihan, tata-letak, dan kesesuaian dengan fungsi masing-masing ruangan.

III.         ADMINISTRASI SURAT-MENYURAT

a)  Urusan surat menyurat adalah satu bidang yang penting dari lapangan pekerjaan administrasi kesekretariatan. Oleh karena surat merupakan alat komunikasi dan jembatan pengertian, maka surat-menyurat harus disusun secara ringkas dan padat tetapi tegas, bahasa yang dipakai haruslah bahasa yang mudah dimengerti, sederhana dan teratur.
b)   Mengingat pengertian surat tersebut, maka untuk suatu organisasi surat menjadi sangat penting sebagai alat komunikasi, sebagai dokumentasi organisasi, dan sebagai tanda bukti. Surat-menyurat merupakan Pekerjaan pelayanan yang harus bersifat memudahkan dan meringankan pekerjaan agar dapat berjalan secara efektif.

c)    Proses penyelenggaraan administrasi surat menyurat meliputi tiga hal:
(1)  Bentuk dan isi surat
(2)  Sirkulasi surat (surat keluar masuk)
(3)  Penyimpanan
d)    Bentuk dan isi surat
Surat-surat PPI adalah termasuk surat resmi/dinas, sehingga bentuk dan isinya harus mengikuti ketentuan yang diberikan oleh organisasi. Ketentuan tersebut meliputi hal pemakaian kertas penulisan, bentuk macam dan isi surat.
i)     Pemakaian kertasnya adalah kertas putih dengan ukuran Folio (c4), dalam hal ukuran ini tidak tersedia dapat pula dipakai ukuran kwarto atau A4.
ii)    Surat yang dibuat juga harus ringkas dan jelas serta  alamat tujuannya harus jelas..
iii)   Dalam satu surat sebaiknya hanya mencakup satu jenis permasalahan serta menggunakan kata-kata yang sopan dan wajar.

IV. ADMINISTRASI KEARSIPAN

Arsip adalah surat-surat yang disimpan secara sistematis. Tata kearsipan yang sempurna apabila semua surat dan dokumentasi lainnya tersimpan pada suatu tempat tertentu dan teratur rapi, apabila diperlukan lagi dapat dengan mudah ditemukan walau telah tersimpan lama.

Surat-surat organisasi pada prinsipnya harus disimpan di sekretariat/kantor. Adalah terlarang untuk menyimpan surat organisasi diluar arsip organisasi ataupun oleh personal-personal pengurus. Surat-Surat organisasi diarsipkan dengan menggunakan kode-kode tertentu sesuai dengan aturan organisasi untuk memudahkan kelancaran dan efektifitas pekerjaan.

Kode-kode tersebut adalah
1.    Arsip surat masuk
-       surat masuk intern
-       surat masuk ekstern
2.    Arsip surat keluar
-       surat keluar intern
-       surat keluar ekstern
3.    Map surat masuk
-       Map surat masuk intern 
-       Map surat masuk ekstern


4.    Map surat keluar
-       Map surat keluar intern 
-       Map surat keluar ekstern
5.    Map dokumentasi
Salah satu factor yang perlu diingat dalam pengarsipan yaitu pengawetan arsip. Pengawetan ini dapat ditempuh dengan beberapa cara, yaitu:
-       tempat penyimpanan arsip dari bahan yang bermutu dan tidak mudah rusak
-       tempat penyimpanan dijauhkan dari api. Air, kelembaban serta mudah diawasi dari ancaman binatang-binatang yang merusak arsip

V.   ADMINISTRASI KEANGGOTAAN

a)    Anggota PPI merupakan sasaran kerja, pembinaan, dan pengkaderan organisasi sehingga perlu ada administrasi yang rapi tentang anggota PPI dalam rangka terciptanya sasaran kerja yang konkrit dan terarah.
b)   PPI adalah organisasi kader, sehingga PPI selalu menerima anggota baru yang selanjutnya akan melalui proses jenjang pengkaderan.
c)    Anggota PPI akan melalui latihan kepemimpinan mula untuk, latihan kepemimpinan madya, dan latihan kepemimpinan utama.
d)    Anggota biasa mempunyai hak dan kewajiban penuh, dicatat dalam buku daftar anggota permanent. Hal ini dilakukan oleh tingkat kota/kabupaten.

e)    Setiap satu tahun sekali diadakan pendaftaran ulang anggota biasa PPI dengan menganti kartu anggota yang lama. Sedangkan Nomor anggota tetap sebagai nomor induk yang lama. Pendaftaran ulang dilakukan dengan mengisi permohonan kembali pada pengurus kota/kabupaten.

VI. INVENTARIS ORGANISASI DAN DOKUMENTASI ORGANISASI

1)   Inventaris Organisasi
a)    Inventaris organisasi adalah segala sesuatu yang menjadi milik organisasi berupa kekayaan organisasi.
b)   Inventaris organisasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
(1)  Inventaris permanent, seperti gedung kantor;
(2)  Inventaris tidak permanent
Masing-masing inventaris dibuatkan buku daftar inventaris secara terpisah.
c)    Tujuan dibuatnya Inventarisasi adalah:
(1)  Menunjukkan kekayaan organisasi
(2)  Menghindari pemborosan
(3)  Sebagai alat kontrol dari inventaris
d)    Penyimpanan inventaris organisasi harus dilakukan dengan baik dan bertanggungjawab dan penyimpanan harus dilakukan di kesekretariatan.

2)   Dokumen Organisasi
a.     Dokumen organisasi adalah segala sesuatu yang menyangkut kegiatan pencarian, pengumpulan, penyimpanan, serta pengawetan dokumen-dokumen organisasi. Dokumen adalah suatu tanda bukti yang sah menurut hukum.
b.     Bentuk-Bentuk dokumen:
1.    gambar-gambar dan foto-foto
2.    tulisan dan surat-surat penting
3.    foto copy atau salinan surat
4.    surat kabar, majalah, dan lainnya
c.     Dokumentasi juga digunakan untuk menyusun laporan tahunan organisasi
d.     Pemeliharaan dan penyimpanan dokumen hendaknya disusun secara rapih dan teratur menurut kebutuhannya
e.     Aktivitas dokumen sangat perlu dalam menyusun sejarah organisasi

VII.   ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

a)  Perpustakaan yang ideal bagi PPI haruslah meliputi buku-buku yang diperlukan untuk menunjang pengembangan keilmuan anggota PPI serta sesuai dan menunjang kebutuhan dari organisasi
b)   Penyelenggara administrasi keperpustakaan ini sebaiknya diserahkan kepada anggota yang mengerti administrasi perpustakaan serta memiliki ketelitian dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

VIII.KEPROTOKOLERAN PURNA PASKIBRAKA INDONESIA

a)   Tugas kesekretariatan juga meliputi penataan suatu acara dan pelaksanaan yang disebut sebagai protokoler
b)   Keprotokoleran PPI adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan penataan prosedur suatu acara untuk menjamin kelancarannya sehingga merupakan bagian integral dari tugas kesekretariatan.
c)    Agar suatu aktifitas dapat dilakukan secara optimal maka diperlukan penanggungjawab dalam acara tersebut. Apabila suatu aktifitas tidak terdapat project officernya, maka penyelenggaraanya langsung dibawah koordinasi sekretaris jenderal/kesekretariatan
d)    hal-hal yang perlu diperhatikan dalam suatu acara:
(1)  Jenis dan tujuan acara
(2)  Susunan panitia sesuai dengan kebutuhan acara
(3)  Tempat acara
(4)  Undangan dan tamu
(5)  Susunan acara


IX.  PENUTUP
Adanya pedoman administrasi kesekretariatan ini diharapkan dapat menjadikan PPI sebagai suatu organisasi yang mampu untuk bekerja dengan efektifitas yang tinggi, tertib, efisien serta mampu untuk mengeliminasi kekurangan-kekurangan dan hambatan-hambatan yang ada melalui administrasi yang teratur dan rapi.

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

PPI Kota Tasikmalaya © 2010 Template by: Tasik Kota PPI